Kombucha yang Menakjubkan


Kombucha bottle Ini adalah artikel yang dipublikasikan didalam majalah "The American raum & zeit (Munt Vernon/USA) Volume 2, Nomer 5, 1991, halaman 51-56.

Akhir-akhir ini, umat manusia kembali melakukan usaha-usaha penyembuhan yang men-dekati metode alami; demikian juga dengan pencarian cara-cara penyembuhan dan pen-carian makanan yang besumber dari alam – yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan produk-produk hasil kemasan industri. Hal inilah yang mungkin menjadi daya tarik kuat serta menakjubkan dari minuman yang penuh khasiat kesehatan yang bernama Kombu-cha. Kelompok ragi dan bakteria telah digunakan oleh manusia sejak jaman kuno, dan telah diaplikasikan sepenuhnya didunia untuk kesejahteraan manusia dalam bentuk kreasi peragian minuman dan makanan untuk menunjang kesehatan.

Bisa dibaca didalam Injil (Ruth 2 :14) bahwa tuan tanah Boas pada saat sedang panen gandum, mengundang makan Moabite Ruth, yang kelak menjadi isterinya, dengan berkata Ruth seperti kutipan berikut: "Datanglah kemari dan makanlah roti serta celupkanlah sepotong dari rotimu kedalam minuman asam ini! Kemudian dia duduk disamping para pengetam gandum; serta diberikannya gandum yang telah dimasak kepada Ruth yang kemudian memakannya dan terpuaskan, lalu pergilah Ruth". Ceritera Injil ini terjadi sekitar 1000 tahun S.M., tidak hanya memberikan kepada kita gambaran mengenai contoh kebiasaan mereka dalam hal gizi, walaupun pola hidup mereka masih sangat sederhana dalam ukuran kita sekarang. Bisa dilihat bahwa dalam mempersiapkan minuman, dipakai asam dari susu untuk menjamu rekan-rekannya guna memberi kekuatan dan kesegaran jasmani setelah bekerja keras memanen hasil pertanian.

Kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang terjadi atas hasil simbiosis murni dari bakteri dan ragi Kombucha Tea (KT) yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu. Penyembuh terhadap berbagai macam penyakit ini telah di gunakan berulang kali dirumah tangga dipelbagai Negara Asia. Jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, maka jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya.

Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, maka akan terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara assimilatif dan dissimilatif. Jamur teh akan memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi berbagai unsur berguna yang akan muncul pada minuman tersebut seperti : glucuron acid, acetic acid, lactic-acid, vitamin, asam-asam amino, berbagai unsur antibiotik, serta unsur-unsur lain. Maka dari itu, jamur Kombucha ini adalah sebuah paberik biokimia mini yang sesungguh-nya.

Kombucha – Penyembuh untuk Segala Penyakit?

Kekayaan pengalaman dari para pengguna teh jamur Kombucha ini, selain bisa digunakan sebagai minuman penyegar, maka dalam berbagai laporan medis bisa dibaca, bahwa kombucha bisa pula digunakan sebagai obat penyembuh penyakit. Pada laporan-laporan lama sampai yang mutakhir, disebutkan bahwa banyak penyakit bisa disembuhkan oleh Kombucha, sehingga mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan yang pernah mencobanya. Bentangan penyembuhannya adalah, mulai dari penyakit yang ringan saja atau kurang merugikan, sampai penyakit yang paling serius sekalipun.


Focus, majalah mungguan Jerman mempublikasikan artikel mengenai Kombucha dan Gunther W. Frank (FOCUS No. 34, August 21, 1995, halaman 128). Foto ini adalah sebagaimana dimuat dalam artikel tersebut. Judulnya mengatakan bahwa pribadi-pribadi ini adalah penggemar Kombucha.

Famous Kombucha Fans - from the German magazine FOCUS


Banyak dokter dan ilmuwan telah membuktikan bahwa efek dari minuman Kombucha ini, merupakan penyembuh rumahan. Berbagai penelitian mengenai Kombucha telah dilaksanakan serta dibicarakan efektivitas penyembuhannya yang berbasiskan pada glucon-acid serta glucuron-acid, lactic-acid, acetic acid, serta berbagai macam vitamin C dan kelompok vitamin B yang sangat mujarab untuk menunjang kesehatan. Sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti di Russia, bahwa banyak komponennya mengandung zat-zat yang mempunyai sifat antibiotik serta penawar racun, dimana zat-zat tersebut memainkan peran penting dalam proses biokimia tubuh manusia.

Berlawanan dengan obat-obatan farmasi yang mempunyai efek samping yang kurang menyenangkan, maka unsur-unsur aktif dari Kombucha akan mengarah kepada seluruh sistem tubuh melalui pengaruh-pengaruh metabolisme bersahabat, yang mana bisa memulihkan kembali kondisi dari dinding-dinding sel tanpa mengakibatkan efek samping, sehingga akan membuat sehat para penggunanya. Gunakanlah kekuatan alami ini untuk menjaga vitalitas, aktivitas, dan juga kapasitas mental serta fisik anda!

Acuan bagi Dunia

Bacinskaja pada tahun 1914, telah menyatakan bahwa minuman ini efektif untuk kegiatan perut serta usus, khususnya pada bagian pembuangan. Beliau merekomendasikan untuk meminum segelas kecil sebelum makan dan meningkatkan takarannya secara berangsur-angsur untuk mendapatkan khasiat yang nyata dari minuman ini.

Professor S. Bazarewski mengemukakan dalam suatu laporan di "Correspondence for the Association of Nature Researchers in Riga",1915, bahwa diantara para penduduk Latvia di Propinsi Rusia Baltic, yaitu di Livland dan Kurland, mereka mempunyai obat tradisional yang bernama "Brinum Ssene" yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "Jamur Ajaib". Penduduk Latvia menggambarkan jamur ini sebagai "Suatu kekuatan penyembuhan yang ajaib untuk berbagai macam penyakit" sesuai dengan uraian Bazarewski. Beberapa orang penduduk yang ditanyai oleh Bazarewski menyatakan bahwa jamur ini bisa menyembuhkan pusing kepala, tetapi yang lain juga menyatakan kepadanya bahwa "jamur ini sangat berguna dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit".

Bagus untuk Sembelit (Kurang lancar buang air besar)

Prof. B. Lindner (1917-1918) melaporkan bahwa jamur ini kebanyakan digunakan sebagai pengatur (regulator) atau untuk penyembuh aktivitas organ pencernaan yang kurang baik jalannya. Demikian juga halnya dengan pembengkakan disekitar dubur atau anus dapat disembuhkan seperti wasir atau ambei.

Ketua Councilor Prof. Dr. Rudolf Kobert (1917-18) mendapatkan bahwa "jamur ini juga, secara pasti, adalah obat untuk encok atau rematik pada persendian".

Demikian pula Prof. Dr. Wilhelm Henneberg (1926) melaporkan bahwa minuman yang dibuat dari jamur ini, yang di Rusia dinamai "Tea Kwass", digunakan sebagai obat penyembuh berbagai penyakit, terutama untuk sembelit.

Sesuai dengan uraian Dr. Madaus didalam "Seni Penyembuhan secara Biologis" (1927), bahwa jamur tersebut dengan produk-produk metabolismenya, mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan dinding-dinding sel baru pada proses regenerasi sel, dan dengan begitu merupakan alat penyembuh yang sangat baik bagi arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah yang disebabkan oleh endapan cholesterol maupun kapur.

Perbaikan Kondisi Menyeluruh bagi Tubuh

H. Waldeck (1927) berbicara mengenai seseorang ahli kimia yang pernah dijumpainya dalam PD-I di daerah Polandia-Russia pada th.1915. Sewaktu mereka tinggal bersama orang tersebut, dibuatkannya "Minuman Ajaib" sebagai obat sem-belit. Ahli Kimia tersebut mengungkapkan rahasianya kepada Waldeck, bahwa dia selalu membawa "Minuman Ajaib dan Obat Rumahan Rahasia" ini kemanapun dia pergi didalam kantongnya, yang mana dinyatakannya sebagai "penyembuh dari berbagai macam penyakit". Hal yang sebenarnya adalah bahwa akibat pembentukan asam secara alami oleh jamur Kombucha terhadap larutan teh manis, maka akan dijadikannya sel-sel muda kembali melalui proses regenerasi sel secara aktif, sehingga bisa membuat manusia panjang umurnya.

Prof. Br. Lakowitz (1928) mengkonfirmasikan pernyataan Waldeck, bahwa masalah gangguan pencernaan akan dipulihkan dengan cepat oleh teh-jamur ini. Sakit kepala yang berat serta gangguan syaraf bisa disembuhkan secara meyakinkan. Lackowits sampai kepada kesimpulan: "Penyebaran secara ekstensif untuk memproduksi Tee-Kwass sebagai penyembuh terhadap gangguan pencernaan, akan sangat disukai oleh berbagai macam lapisan masyarakat".

Dalam tabloid "White Flag" (1928) dilaporkan bahwa: "Rasa segar dari teh-jamur ini sangat menyenangkan, dan efeknya juga akan sangat menguntungkan bagai para pemakainya. Rasa dari teh yang sudah terfermentasi oleh jamur Kombucha ini, sungguh sangat nikmat. Boleh dikatakan mirip dengan anggur yang ringan dan sparkling (Jawa: kemranyas), atau terrasa seperti semacam Pear-Juice. Efeknya terhadap tubuh akan terasa dengan sangat cepat. Teh jamur ini kerjanya terutama adalah membersihkan darah dan sebagai pembersih racun didalam sel-sel tubuh, sehingga dikatakan sebagai obat yang mujarab bagi kebersihan kulit wajah (jerawat). Selanjutnya, menurut keterangan dokter, adalah sangat baik bagi penyembuh sakit kepala yang kontinu atau menahun, nyeri2 pada anggauta badan, penyakit gout atau encok yang menyebabkan sendi-sendi tangan membengkak karena adanya endapan kristal asam urea, rematik tulang serta masalah-masalah lanjut usia lainnya. Efeknya secara umum akan terlihat setelah minum teh-kombucha ini beberapa minggu, dicirikan dengan mening-katnya kinerja tubuh, yang bisa dikaitkan dengan kandungan K(ombucha) T(ea) yang mengandung berbagai macam vitamin serta efek hormonal, yang telah diketahui pula oleh beberapa dokter serta ahli kesehatan.

Terlebih jauh, maka KT akan meningkatkan metabolisme tubuh secara meyakinkan dan dengan demikian membersihkan tubuh melalui jalan a.l. membuang segala macam racun penyakit didalam tubuh yang merongrong kesehatan.

Akibat yang menggembirakan pada penderita Arteriosclerosis

Dr. Maxim Bing (1928) merekomendasikan KT sebagai "penyembuh efektif untuk Arteriosclerosis, gout serta gangguan alat-alat pencernaan. "Akibat yang menggembirakan adalah efeknya dalam menurunkan tekanan darah, menurunkan kece-masan, obat peradangan, pembengkakan, nyeri2 serta sakit dan pusing kepala sebagai akibat dari arteriosclerosis, dan kemudian menjadikan tubuh segar dan sehat akibat penggunaan KT ini. "Masalah kelambanan reaksi usus besar dalam memproses sisa makanan serta akibat-akibat lain seperti peradangan serta ambeien yang sering2 menyertainya, dengan cepat akan dipulihkan oleh minuman KT ini. Demikian juga halnya dengan pengapuran pada ginjal serta pembuluh-pembuluh darah kapiler di otak, akan diatasi dengan meminum KT secara teratur.

Dr. Siegwart Hermann (1/929) menggambarkan eksperimen pada kucing yang diracuni dengan Vigantol (suatu preparat vitamin B terhadap penyakit anti rickets–anti pertumbuhan tulang). Bisa dilihat akibat positif pada tingkat kolesterolnya setelah menerima ekstrak KT. Hal ini menarik sebab pada kasus arteriosclerosis, maka tingkat kolesterolnya juga meningkat. Kesimpulan Dr. Herman pada ekperimen tersebut : "Observasi oleh para dokter di Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit, serta percobaan2 terhadap beberapa binatang menunjukkan bahwa pengetahuan manusia dalam penelitian ini telah jauh berkembang sehingga secara, umum muncul pengalaman2 baru yang telah pula menjadi catatan."

Glururonic Acid atau Asam Glururonic

Menurut hemat saya, ada beberapa factor yang menguraikan hasil positif dari KT ini bagi penyakit2 gout, rematik, arthritis, dsb. seperti telah diuraikan, akibat dari menumpuknya racun didalam tubuh yang kemudian akan dilarutkan dalam air oleh KT dalam bentuk senyawa dengan Asam Glururonic, sehingga ginjal dapat mengatasi proses pembuangannya bersama urine. Senyawa ini ada dalam bentuk tranformasi-biologis; yang dengan demikian akan mengikat unsur-unsur asing luar tubuh serta endogenis yang diikat dengan Asam-Glururonic menjadi Glucuronoids, yang dinamakan juga "pasangan Asam Glucuronic"

Pada tahun 1961, Dr. med. Valentin Köhler menstimulasikan suatu diskusi dalam penggunaan Asam Glucuronic untuk penyembuhan melalui artikel berjudul "Asam Glucuronic memberikan keyakinan pada para pasien penderita Kanker" dalam majalah "Medical Practice". Asam Glucuronic adalah salah satu dari produk2 yang dihasilkan pada saat proses fermentasi pada KT. Dr. Köhler melaporkan pada saat itu, bahwa dia mempunyai keyakinan yang kuat, mengenai pengobatan pasien kanker dengan Asam Glucuronic ini. Efek panjang yang maksimal dari Asam Glucuronic adalah kemampuannya dalam membangkitkan system pertahanan tubuh dan kemungkinan besar juga dalam menghasilkan Interferon.

Efek detoxifikasi atau penawar racun tubuh dari Asam Glucuronic akan berjalan seiring dengan peningkatan kondisi tubuh secara umum didalam metabolisme oksidatif tubuh.

Dr. Köhler juga mencatat keberhasilan yang menakjubkan dalam pengobatan pepohonan yang sakit. Berbagai Lembaga telah mengadakan percobaan ilmiah dalam mengatasi kematian pepohonan. Melalui kombinasi dengan pemberian pelbagai unsur nutrisi, elemen dasar kimia, serta ion logam berat, maka suatu proses pembangunan tubuh pohon bersangkutan, akan teraktifkan atau terpacu. Kapasitas Asam Glucuronic untuk masuk dalam kombinasi, baik dengan unsur racun dari luar maupun yang bersifat endogenic, berakibat positif dalam melindungi sel tetumbuhan tersebut. Lebih dari 200 unsur kimia dapat ditangkal dari efeknya yang merusak dengan jalan ini, termasuk juga unsur2 yang bersifat larutan dalam hujan asam serta radioaktif, dan juga belerang dioksida, nitrat, serta ozone atau O3. Menurut riset yang dilakukan oleh Dr. Köhler's, maka aktivitas proteksi yang berhubungan dengan Asam Glucuronic, melindungi pula genetika tanaman dari gangguan dalam masa pertumbuhan atau meningkatkan restorasi atau perbaikan dalam perjalanan pertumbuhannya. Kesimpulan yang muncul dari percobaan Dr. Köhler's dapat pula dilakukan pada sel2 tubuh manusia. Proses pertumbuhan serta dekomposisi dalam metabolisme manusia akan terpelihara dengan kondisi yang optimal melalui pengaruh dosis kecil Asam Glucuronic yang didapat dari minuman KT, sehingga akan didapat kombinasi perlakuan ilmiah serta produk alami yang mana akan disukai pula oleh orang awam. Disinilah adanya kemungkinan pertolongan alami dalam hal netralisasi efek unsur racun didalam tubuh yang didapat dari lingkungan luar oleh KT. Oleh Asam Glucuronic maka unsur-unsur beracun dalam tubuh manusia yang mengganggu, diuraikan menjadi produk akhir yang kemudian dinetralisir, sehingga dengan demikian dibuat tidak berbahaya. Fungsi netralisasi racun oleh Asam Glucuronic bermanfaat bagi berbagai fungsi sel-sel.

Hal ini memperlihatkan peningkatan kapasitas endogenic berupa perbaikan sel-sel tubuh dan restorasi serta peningkatan kesehatan tubuh yang telah mengalami kerusakan akibat tekanan lingkungan oleh racun yang selalu mengancam kita dari berbagai sudut. Ketika banyak orang mengatakan, minum KT tidak perlu untuk menyembuhkan penyakit tertentu, namun meminumnya untuk kesehatan secara umum; hal ini akan menjadi titik temu dari aspek ilmiah serta pengalaman masyarakat awam yang bisa berjalan secara beriringan.

Pemulihan Fungsi2 dari Alat Pencernaan

Dr. L. Mollenda (1928) melaporkan bahwa minuman KT secara khusus sangat efektif terhadap gangguan pada alat-alat pencernaan, yang secara praktis akan menormalkan fungsinya. Selanjutnya, dengan minuman tersebut telah dibuktikan sebagai penyembuh gout, rematik, serta berbagai macam tingkatan arteriosclerosis. Mengenai aplikasi tambahan, maka beliau menulis :"Pada kasus Angina, terutama dimana ada penutupan lendir pada tonsil, maka minuman ini jangan dipakai sebagai obat kumur, namun biarlah diminum, dimana cairan KT akan mencapai perut dan dari sana akan masuk melalui darah dan membunuh bakteri di tonsil tadi. Namun dengan mengkumurkannya ditenggorokanpun akan bisa memulihkan angina dengan cepat. Nyeri2 pada penyakit gout dan arteriosclerosis dapat disembuhkan, maka tanpa diduga sebelumnya setelah meminum kombucha hasilnya sangat menggembirakan bagi beberapa penderita. Meskipun rasanya asam, KT tidak membuat perut maupun tubuh berstatus asam; KT akan memfasilitasi serta meningkatkan pencernaan makanan diusus. Demikian pula setelah minum KT, maka hasil yang menakjubkan bisa dicapai dalam pengobatan eksim akibat gout serta pembersihan batu pada ginjal, saluran serta kandung kemih".

Dr. E. Arauner (1929) melaporkan bahwa setelah menelaah beberapa laporan medis serta beberapa evaluasi medis, akhirnya sampai kepada kesimpulan berikut :"Dalam kesimpulannya, bisa dikatakan bahwa KT atau ekstraknya, telah dibuktikan bahwa KT merupakan pencegah yang sangat bagus terhadap diabetes, namun khusus terhadap masalah ketuaan seperti arterioschlerosis, tekanan darah tinggi dengan konsekwensi pusing kepala, gout, hemorrhoids atau peradangan sekitar dubur; sampai kemungkinan terakhir paling tidak maka KT ini adalah pelancar buang air besar yang bagus." Dr. Arauner melaporkan bahwa di negeri asalnya, KT telah digunakan berabad-abad oleh bangsa-bangsa di Asia karena kemampuannya yang hebat menyembuhkan berbagai penyakit, dan paling tidak menjadi obat rumah dalah penyembuhan kelelahan kronis, penyakit ketegangan syaraf dan jiwa, berbagai penyakit penuaan, arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah, masalah kekurang lancaran dalam pembuangan kotoran, gout atau encok disertai pembengkakan pada sendi atau buku jari (karena ada pengendapan asam urea yang terbentuk menjadi krsital), rematik, peradangan anus, serta diabetes atau kencing manis.

Arauner menambahkan, tidak hanya para professor dan dokter serta ahli biologi telah menyatakan keberhasilan KT yang menakjubkan dalam penyembuhan penyakit, namun juga menambahkan. bahwa para peminum KT menyatakan "KT sangat berpengaruh dalam membina kesehatan fungsi tubuh secara meyakinkan sekali".

Sangat dianjurkan bagi Penderita Mental Stress

Hans Irion, yang juga merupakan Direktur dari Akademi Ilmu Kimia Negara yang tersohor di Braunschweig menyatakan dalam "Pelajaran untuk Ahli Farmasi Khusus" (1944, Vol. 2, hal. 405): "Dengan meminum minuman yang dinamai Teakwass, maka akan terjadi perubahan dalam penguatan kelenjar-kelenjar serta peningkatan metabolisme tubuh. Teakwass direkomendasikan sebagai penyembuh yang sangat bagus bagi penyakit-penyakit gout, rematik, furunkolosis, arterio-sclerosis, tekanan darah tinggi, kegelisahan atau nervousness, perbaikan alat-alat pencernaan serta pelancar buang air besar, serta berbagai macam penyakat penuaan. Sangat direkomendasikan bagi olahragawan dan juga bagi mereka yang banyak bekerja menggunakan kekuatan mental. Melalui peningkatan metabolisme, maka peningkatan penimbunan lemak pada tubuh akan dihindarkan atau dibuang. Dengan minuman, ini maka microorganisme atau bakteri dan parasit yang menghasilkan zat perusak tubuh seperti asam urea, cholesterol dsb. akan diubah menjadi zat-zat yang larut kedalam alat-alat pembuangan dan dilarutkan sebagai urine, keringat serta kotoran yang kemudian dibuang. Bakteri-bakteri yang merugikan pada alat-alat pencernaan akan sangat dikurangi."

"Penawar Racun yang Harus Diakui...."

Dalam deskripsi awal sebagai suatu tema dalam bentuk buku muncul pada th. 1954. Buku setebal 54 halaman ditulis dalam bahasa Rusia dan berjudul "Jamur Teh dan Kegunaan Penyembuhannya". Pengarangnya, G.F.Barbancik menyatakan dalam pembukaan buku tsb., bahwa pada percobaan penggunaannya sebagai obat penyembuh (pada th.1949) di klinik Rumah Sakit Osker, yaitu rumah sakit bagi pekerja dibidang pengairan, dilaporkan bahwa beberapa penyakit telah berhasil disembuhkan secara meyakinkan seperti tonsillitis atau amandel, berbagai macam penyakit dalam, terutama yang mempunyai ciri peradangan, peradangan usus karena kurangnya produksi asam lambung, peradangan bagian pencernaan usus terutama pada anus atau dubur, disentri, arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah arteri, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh-pembuluh darah lainnya dsb.

Dokter Dr. Rudolf Sklenar dari Lich, Oberhessen, melaporkan di majalah periodik "Experiential Healing Science" pada 1964 mengenai metodenya dalam mendiagnosa dan terapi yang berhasil: "Suatu zat penyembuh alami yang berupa jamur yang bernama Kombucha, yang berperan sebagai penawar berbagai racun yang menghancurkan macam-macam microorganisme dan juga cholesterol". Dr. Sklenar menemukan suatu cara penyembuhan kanker, yang mana digunakan Kombucha dan juga pelbagai penyembuh lain berupa preparat Coli, yang mempunyai peran penting dalam sanitasi flora di bagian pencernaan manusia.

Dalam sebuah edaran setebal 8 halaman, berjudul "Diagnosa Kanker berbasiskan treatment pada darah, treatment terhadap kanker, kondisi sebelum kanker, serta penyakit metabolik yang lain, dengan menggunakan preparat Kombucha dan preparat Coli", Dr. Sklenar melaporkan bahwa vitamin-vitamin, asam laktik serta asam glucuronic sangat efektif dalam percobaan ini. "Unsur-unsur tersebut menghancurkan microorganisms yang merusak (viruses, bacteria, fungi) serta membuang kotoran dan racun (uric acid, cholesterol, etc.)". Kombucha berperan secara bagus sekali, dalam menawarkan segala macam racun tubuh yang diakibatkan oleh organisme. "Melalui kesenangan meminum KT ini, maka akan didapatkan manfaat penguatan seluruh kelenjar didalam tubuh serta peningkatan metabolisme tubuh".

Dr. Sklenar melaporkan mengenai apa yang telah secara sukses disembuhkannya dengan KT: gout, rheumatik, arterio-sclerosis, arthritis sakit tulang, dysbacteria atau kekurangan bakteri tubuh dalam pembusukan makanan diusus besar, constipation atau sembelit, impotensi atau hilangnya fungsi seksual, nonspecific draining atau kekurangan cairan tubuh, obesity atau kegemukan, furunculosis(?), kidney stones atau batu ginjal, cholesterol, cancer terutama pada gejala awalnya, dsb.

Cancer Killer atau Pembunuh Kanker?

Dr. Veronika Carstens (1987), isteri mantan Presiden Jerman, merekomendasikan Kombucha dalam suatu rangkaian tulisannya yang berjudul "Pertolongan Alam-Penyembuhanku terhadap Kanker", dengan kata-kata: "Kombucha akan menetralkan racun dari organisme serta meningkatkan metabolism; hal ini akan meningkatkan kapasitas pertahanan tubuh."

Ahli Penyembuh Alamiah A.J.Lodewijkx (Homepage: http://www.ngab.nl/) dari Ermelo, Netherlands, menulis tentang Kombucha dalam bukunya yang dianjurkan untuk dibaca "Life Without Cancer" atau "Hidup Tanpa Kanker" (bisa didapatkan dalam bahasa Belanda dan Jerman): "Jamur Teh Kombucha mushroom mempunyai unsur-unsur antiseptik yang kuat. Teh ini membersihkan system kelenjar tubuh serta meningkatkan system pembuangan racun; asam uric dinetralisir dan dihilangkan oleh Kombucha tea. Maka dari itu, teh ini merupakan penyembuh yang sangat bagus bagi penyakit2 gout, rheumatik, arthritis, kidney stones atau batu ginjal, intestinal dysbacteria, terutama cancer pada tahap awal karena Kombucha mushroom akan menjadi unsur penghenti yang sangat kuat pada penyakit atau disebut sebagai endobionts. Dapat dilihat bahwa endobionts akan menghilangkan sel2 darah merah tepat pada saat pH darah dalam kondisi kurang menguntungkan bagi tubuh. Dalam penyakit metabolis dan kanker, Kombucha merupakan minuman unik bagi penawar racun tubuh. Kombucha menghilangkan kelebihan metabolisme serta menjaga kenormalan pH darah".

Gottfried Mueller, pendiri world-wide "Salem Children's and Youth Villages" memberikan pujian terhadap Kombucha tea-mushroom sebagai berikut ini: "Pemberian dari Surga, khususnya untuk kondisi darurat dalam masalah2 kesehatan manusia"

( dalam "Salem-Help" 15, No. 3, Agustus 1987, hal 2).

Penilaian Pribadi atau Perorangan

Dalam pelbagai laporan tertulis di berbagai Lembaga maupun pengalaman perorangan yang saya baca dalam penelitian saya mengenai Kombucha ini, maka banyak kesaksian yang meyakinkan muncul. Hal ini menyiratkan secara dasar, bahwa Kombucha ini tidaklah khusus membidik organ tubuh tertentu, namun terlebih kepada mempengaruhi organisme tubuh secara menyeluruh, sehingga tercapai situasi kestabilan metabolisme tubuh melalui efek penetralan racun pada asam glucuronic. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenic tubuh terhadap pengaruh dan serangan racun dari luar serta tekanan lingkungan yang menyerang dari berbagai sudut, sehingga sel akan diperkuat setelah terjadi kerusakan metabolisme sel, dan akan berlanjut dalam bentuk restorasi tubuh serta arahan2 penting bagi kesehatan.

Beberapa aspek kesehatan yang dinyatakan sebagai hasil dari penggunaan KT haruslah didukung dengan penelitian lebih lanjut. Namun, mekanisme aktif lainnya telah secara keseluruhan dibuktikan melalui pengujian ilmiah serta percobaan, seperti pada: fungsi pengaturannya terhadap bakteri pada alat2 pencernaan, penguatan dan peremajaan sel-sel tubuh, detoxification (penawar racun didalam tubuh) serta pengurangan pembuangan dengan kata lain seperti mengurangi kelebihan keringat, harmonisasi metabolis, efek antibiotik, memfasilitasi keseimbangan pH tubuh.

Buatlah Sendiri!Tidak Masalah bila Anda Tahu Caranya!

Minuman Kombucha bisa dibuat sendiri dengan harga yang amat murah! Karena Jamur akan selalu tumbuh dengan sendirinya, orang bisa membuatnya dari sepotong jamur teh menjadi suatu minuman sederhana yang enak rasanya untuk diminum. Pembibitannya bukan merupakan masalah bila diketahui caranya yang benar. Sejak jaman dahulu minuman Kombucha dipersiapkan dirumah2 dan dibagi-bagikan kepada sanak saudara dan handai taulan sebagai tanda persahabatan serta gotong royong dan tolong menolong. Teh Jamur ini mempunyai kemampuan dan vitalitas untuk tumbuh. Bila jamur Kombucha ini tidak mempunyai energi biologis yang amat kuat, maka kombucha ini tidak akan hidup ribuan tahun sampai sekarang, sejak ditemukannya dikawasan Kekaisaran China sekitar 2000 tahun.

Sekarang, sering ada peringatan2 dari pihak-pihak yang kurang paham atau mengerti. Demikian pula dari pihak2 yang mempunyai niat penguasaan ekonomi atau kepentingan kekuasaan dagang, agar jangan membuat minuman Kombucha sendiri. Peringatan ini diikuti pula dengan lampiran mengenai cara2 yang keliru mengenai pembuatan Kombucha untuk membelokkan dan menyesatkan para penggemarnya, yang seharusnya dilampiri dengan resep2 yang benar dan telah dicoba dengan bukti yang seksama dari orang2 yang berpengalaman.

Bagaimanapun juga, bila kita bekerja dengan bersih serta memperhatikan pentunjuk yang dibuktikan kebenarannya melalui pengalaman, maka tidak usah ragu-ragu dalam membuat minuman Kombucha sendiri, seperti yang telah dilakukan oleh generasi-generasi sebelumnya. Siapapun harus mempunyai pengetahuan yang mencukupi untuk dapat membuat KT ini, seperti halnya dengan mengolah bahan makanan rumah tangga yang lain. Bila memperhatikan petunjuk yang benar, maka akan didapat KT yang bagus serta enak rasanya, berfaedah serta efektif bagi kesehatan. Jamur ini akan meningkatkan serta mengabdi kepada pemiliknya seumur hidup serta bisa diwariskan kepada anak cucunya turun temurun, dalam menjaga kesehatan mereka.

Jamur Kombucha bisa Menjaga Dirinya Sendiri

Barangsiapa yang menjaga jamurnya dengan aturan yang telah ditetapkan melalui penelitian serta dengan pengertian dan kehati-hatian, maka tidak akan menjumpai kesulitan ataupun hambatan atau gangguan. Dalam laporan-laporan dari Rusia, diterangkan bahwa tidak perlu dilakukan penjagaan yang ekstra hati-hati terhadap jamur ini, karena jamur ini bisa menjaga dirinya sendiri terhadap kotoran. Jamur ini punya berbagai senjata guna menjaga dirinya seperti : asam organik, kandungan alcoholic rendah, asam karbonik, produk2 antibiotik yang akan memblokir mikroorganisme luar yang bukan berasal dari jamur itu sendiri.

Peneliti dari Russia I.N. Konovalow mengemukakan dalam laporannya pada th.1959, bahwa pertumbuhan secara intensif dari jamur dan bakteri teh ini, akan mencegah atau mempersempit gerak pertumbuhan berbagai jamur dan bakteri lainnya, yang bukan merupakan anggauta. Demikian pula Professor G.F.Barbancik dari Russia (1958) melaporkan dalam bukunya mengenai teh jamur yang didasarkan atas penelitian laboratorium, yang mana hasil pengujiannya memperlihatkan bahwa mikroba lain akan dibasmi atau diusir oleh teh jamur ini secara kuat (antagonistis).

Sebaliknya, maka jamur ini dengan cepat akan berbiak serta membelah dirinya sendiri. Karena jamur ini berkembang biak dengan cepat serta mudah di pisah-pisahkan, sanak saudara serta handai taulan dengan mudah akan mendapat manfaatnya dari pemberian seorang pemakai. Adalah hal yang baik, bila kita membagi-bagikan jamur ini kepada mereka guna menjaga kesehatan bersama dan sebagai tanda persahabatan serta kerja sama antar umat manusia didunia.


Sumber Data: http://www.kombu.de/fasz-ind.htm
Artikel lainnya mengenai kombucha: http://www.kombu.de/indones.htm

Kombucha

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari

Kombucha adalah jamur teh yang berasal dari Asia Timur dan tersebar ke Jerman melalui Rusia sekitar pergantian abad ke-20. Penyembuh berbagai macam penyakit ini semakin banyak digunakan di rumah tangga di pelbagai negara di Asia.

Jamur kombucha merupakan membran jaringan-jamur yang bersifat gelatinoid dan liat, serta berbentuk piringan datar. Kombucha hidup dalam larutan nustrisi teh-gula yang tumbuh dengan cara germinasi. Pada mulanya, piringan jamur tumbuh meluas pada permukaan teh lalu menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya.

Kombucha tea (teh kombucha) merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari. kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang merupakan hasil dari simbiosis murni dari bakteri dan ragi kombucha yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu. Kombucha berfungsi sebagai penyembuh terhadap berbagai macam penyakit ini telah di gunakan berulang kali dirumah tangga diberbagai negara Asia. Jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat.

Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Khasiat Kombucha

Pada tahun 1914 Bacinskaja menyatakan bahwa minuman ini efektif untuk kegiatan perut dan usus, khususnya pada bagian pembuangan. Ia menyarankan orang meminum segelas kecil sebelum makan dan meningkatkan takarannya secara berangsur-angsur untuk mendapatkan khasiat yang nyata dari minuman ini.

Professor S. Bazarewski mengemukakan dalam suatu laporan di "Correspondence for the Association of Nature Researchers in Riga" (1915) bahwa penduduk berbangsa Latvia di Provinsi Rusia Baltic, yaitu di Livland dan Kurland, mempunyai obat tradisional yang bernama "Brinum Ssene", yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "Jamur Ajaib". Penduduk Latvia menggambarkan jamur ini sebagai "kekuatan penyembuh yang ajaib untuk berbagai macam penyakit", sesuai dengan uraian Bazarewski. Beberapa orang yang ditanyai Bazarewski menyatakan bahwa jamur ini bisa menyembuhkan sakit kepala, tetapi yang lain juga menyatakan kepadanya bahwa "jamur ini sangat berguna dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit".

Dari beberapa penelitian, ditemukan bahwa kombucha sangat baik untuk:

[sunting] Cara Kerja Kombucha

Dalam pelbagai laporan tertulis di berbagai lembaga maupun pengalaman perorangan, banyak kesaksian yang meyakinkan muncul. Hal ini dapat dijelaskan dengan memahami bahwa kombucha tidaklah khusus membidik organ tubuh tertentu, namun memengaruhi tubuh secara menyeluruh, dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawarkan racun dengan asam glukuronat. Hal ini menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenis tubuh terhadap pengaruh beracun dan tekanan lingkungan, sehingga metabolisme sel yang rusak diperkuat, dan berlanjut dengan pemulihan kesehatan tubuh.

Beberapa sifat menyehatkan teh kombucha ini harus didukung oleh penelitian lebih lanjut. Namun, mekanisme aktif lainnya telah dibuktikan melalui pengujian dan percobaan ilmiah, seperti pada: pengaturannya terhadap bakteri pada alat pencernaan, penguatan sel, detoksifikasi dan seperti mengurangi kelebihan keringat, harmonisasi metabolis, efek antibiotik, memfasilitasi keseimbangan pH tubuh.

Kandungan asam glukonat yang ada pada minuman kombucha mampu memperkuat daya kekebalan tubuh terhadap infeksi dari luar serta mempunyai kemampuan untuk mengikat racun dan mengeluarkannya dari tubuh lewat urine. Kandungan antimikroba pada minuman kombucha mampu menghambat pertumbuhan Shigella sonmei, E. coli, dan Salmonella typhimurium.

Selama fermentasi kultur kombucha akan menghasilkan sejumlah alkohol, karbondioksida, vitamin B, vitamin C, serta berbagai jenis asam organik yang sangat penting bagi metabolisme manusia seperti asam asetat, asam glukonat, asam glukoronat, asam oksalat, dan asam laktat. Komposisi larutan media (teh) mempengaruhi aroma dan rasa kombucha. Komposisi yang dimaksud adalah gula-gula residu, kaarbondioksida dan asam organik (terutama rasio antara asam asetat dengan asam glukonat). Asam asetat yang bersifat volatil menghasilkan aroma kuat dan menusuk serta aroma asam, sedangkan flavor asam yang dihasilkan asam glukonat lembut.

[sunting] Cara Membuat Kombucha

Minuman kombucha dapat dibuat sendiri dengan biaya murah. Karena jamur senantiasa tumbuh, minuman bisa dibuat dengan sepotong membran jamur-teh dan membiarkan ramuan sehat ini berkembang sendiri. Pembibitannya tidak sulit jika diketahui caranya. Sejak zaman dahulu, minuman Kombucha dipersiapkan di rumah dan dibagi-bagikan kepada sanak-saudara dan handai-taulan sebagai tanda persahabatan serta gotong royong. Teh jamur ini mempunyai daya hidup tinggi dan mudah berkembang biak.

Langkah-langkah pembuatan kombucha adalah sebagai berikut: 1. Ekstraksi teh, 10-20 gr teh hijau/hitam dimasukkan ke dalam 1 liter air panas/mendidih dalam stainless steel biarkan selama 10 menit.

2. Penyaringan, dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan teh dengan air seduhan.

3. Pencampuran, ekstrak teh ditambahkan gula pasir sekitar 10% dari volume air seduhan.

4. Pendinginan, setelah dilakukan penyaringan dan pencampuran, seduhan teh dituangkan ke dalam toples gelas dengan permukaan yang luas dan kemudian ditutup dengan kain yang rapat, agar semut, lalat dan nyamuk, debu atau polutan lainnya tidak bisa masuk, namun udara bisa mengalir dengan bebas. Ikat tutup toples dengan karet, lalu didinginkan sampai suhu 27°C. Bila teh sudah sama dengan temperatur ruangan, masukkan kedalam toples, atau tempat/wadah dari Stainless Steel. Untuk alasan keamanan, maka hendaknya digunakan bahan-bahan yang ditujukan khusus untuk bahan pangan. Dalam hal pembuatan kombucha, wadah dari gelas/kaca merupakan yang terbaik.. Metal/besi selain Stainless Steel tidak baik sebagai kontainer bahan pangan karena asam (acids) yang terbentuk akan bereaksi pada metal. Pemakaian bahan sintetis tingkat tinggi (masuk kelompok polylefine, seperti polyethylene (PE) atau polypropylene juga diperbolehkan, akan tetapi pemakaian tempat/wadah yang terbuat dari polyvinylchloride (PVC) atau polystyrene harus dihindarkan.

5. Inokulasi, adalah penambahan starter (berupa lapisan selulosa yang didalamnya mengandung mikroba kombucha), sebelum starter digunakan biarkan terlebih dahulu kurang lebih 30 menit berada di udara bebas.

6. Fermentasi, setelah diinokulasi, toples ditutup kembali dengan kain/kertas dan disimpan pada suhu kamar selama 8-12 hari. Fermentasi berlangsung sekitar 8 - 12 hari, tergantung suhu. Lebih hangat temperatur ruangan, lebih cepat proses fermentasinya. Periode 8 - 12 hari diberikan hanya sebagai pedoman. Koloni kombucha memerlukan tempat yang tenang dan hangat dan tidak boleh digoyang dan dipindah-pindah. Temperatur teh tidak boleh berada dibawah 68°F (= 20°C) dan tidak boleh lebih dari 86°F (=30°C). Temperatur idealnya adalah 74- 80°F (=23 - 27°C). Koloni kombucha juga tidak membutuhkan sinar matahari dalam proses fermentasinya dan koloni tersebut akan rusak terkena sinar matahari.Pada saat proses fermentasi terjadi, gula akan dipecah oleh khamir dalam starter dan akan terbentuk CO2. Cairan teh tersebut menjadi berbuih dan rasanya akan lebih masam. Ketika tingkat keasaman pH sekitar 2,7-3,2, maka fermentasi sudah dapat dihentikan.

7. Pemisahan dan penyaringan, lapisan selulosa yang terbentuk dipisahkan dari seduhan teh fermentasi dan disimpan dalam toples lainnya. Seduhan teh hasil fermentasi disaring supaya bersih dari residu fermentasi. Teh kombucha siap dikonsumsi. Sebaiknya sebelum dikonsumsi dan disimpan produk tersebut dipanaskan dahulu, supaya tidak terjadi fermentasi lanjutan(Cakrawala, 2007). Setiap kali selesai fermentasi pada saat pemisahan selalu disisakan sepersepuluh (10%) bagian untuk keperluan pembuatan kombucaha tea berikutnya. Tutup botol dengan rapat dengan menggunakan kain.

[sunting] Faktor Kehigienisan

Barangsiapa menjaga jamurnya dengan aturan dengan teliti dan hati-hati, tidak akan menjumpai kesulitan. Dalam laporan dari Rusia, diterangkan bahwa tidak perlu dilakukan penjagaan khusus terhadap jamur ini, karena jamur ini bisa menjaga dirinya sendiri terhadap kotoran. Jamur ini memiliki beberapa senjata guna menjaga dirinya seperti: asam organik, kandungan alkohol yang rendah, asam karbonat, produk antibiotik yang akan merintangi pertumbuhan mikroorganisme asing yang bukan berasal dari jamur itu sendiri.

Peneliti dari Rusia, I.N. Konovalow mengemukakan dalam laporannya pada tahun 1959, bahwa pertumbuhan jamur dan bakteri teh yang intensif ini mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri lainnya. Demikian pula, Professor G.F. Barbancik dari Rusia (1958) melaporkan dalam bukunya mengenai teh-jamur yang didasarkan atas penelitian laboratorium, yang menunjukkan bahwa mikroba lain diusir teh jamur ini secara kuat (antagonisme).

[sunting] Proses Fermentasi Kombucha

Proses fermentasi dimulai ketika kultur mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2, kemudian bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Glukosa berasal dari inversi sukrosa oleh khamir menghasilkan glukosa dan fruktosa. Acetobacter sebagai bakteri utama dalam kultur kombucha mengoksidasi etanol menjadi asetaldehid lalu kemudian menjadi asam asetat. Aktivitas biokimia yang kedua dari bakteri Acetobacter adalah pembentukan asam glukonat yang berasal dari oksidasi glukosa. Sukrosa dipecah menjadi gluosa dan fruktosa oleh khamir. Pada pembuatan etanol oleh khamir dan selulosa oleh A.xylinum, glukosa dikonversi menjadi asam glukonat melalui jalur fosfat pentosa oleh bakteri asam asetat, sebagian besar fruktosa dimetabolis menjadi asam asetat dan sejumlah kecil asam glukonat. Bakteri asam laktat juga menggunakan glukosa untuk mensintesis selulosa mikroba. Fruktosa masih tertinggal sebagian dalam media fermentasi dan diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana oleh mikroorganisme sehingga dapat digunakan sebagai substrat fermentasi. Kultur dalam waktu bersamaan juga menghasilkan asam-asam organik lainnya. Bakteri A. xylinum mengubah gula menjadi selulosa yang disebut nata/pelikel dan melayang di permukaan medium. Jika nutrisi dalam medium telah habis dikonsumsi, kultur akan berhenti tumbuh tetapi tidak mati. Kultur akan aktif lagi jika memperoleh nutrisi kembali. Bakteri asam asetat memanfaatkan etanol untuk tumbuh dan memproduksi asam asetat. Adanya asam asetat menstimulasi khamir untuk memproduksi etanol kembali. Interaksi simbiosis ini ditemukan pada Glukonobacter dan S.cerevisiae. Konsentrasi asam asetat dalam kombucha hanya meningkat sampai batas tertentu lalu mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena pemanfaatan asam asetat lebih lanjut oleh A.xylinum ketika jumlah gula dalam media teh mulai habis. Penurunan kadar asam ini juga dikarenakan fermentasi etanol oleh khamir juga mengalami penurunan dikarenakan pH yang sangat rendah serta mulai habisnya gula dalam larutan.

Acetobacter juga mampu menghidrolisa sukrosa menggunakan levansukrase menjadi glukosa dan sebuah polisakarida fruktosa. Jenis gula (sukrosa, glukosa, fruktosa) memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap pembentukan etanol dan asam laktat, namun konsentrasi gula secara individu hanya mempunyai pengaruh yang sangat kecil terhadap flavor kombucha.

Selama proses fermentasi kombucha tea terjadi aktivitas mikroorganisme yang berlangsung secara simultan dan sekuensial. Proses fermentasi dimulai dengan aktivitas khamir yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa dengan bantuan enzim ekstraseluler invertase dan selanjutnya glukosa direduksi menjadi etanol dan karbondioksida yang terbentuk bereaksi dengan air membentuk asam karbonat.

Laju pemecahan sukrosa menjadi fruktosa lebih tinggi dibandingkan terhadap produksi glukosa. Kedua gula ini dapat digunakan oleh A.xylinum untuk memproduksi asam2 organik dan biosintesis selulosa. A.xylinum tidak aktif memetabolisir fruktosa seperti halnya glukosa, sehingga fruktosa terakumulasi di dalam larutan.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses fermentasi adalah:

1. Ketersediaan nutrisi meliputi unsur C, N, P, dan K.

2. pH medium sekitar 5,5.

3. Suhu fermentasi 23°C-27°C dengan tolaransi dalam kisaran 18°C-35°C.

4. Ketersediaan udara namun tidak dalam bentuk aerasi aktif.

5. Tidak boleh ada goncangan atau getaran.

6. Tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.


Lama fermentasi akan berlangsung selama 4-14 hari. Semakin lama fermentasi maka rasa teh kombucha akan semakin asam dan rasa manis akan semakin berkurang. Lama fermentasi yang disarankan adalah 14 hari karena gula telah benar-benar difermentasi dari minuman dan minuman memiliki rasa yang kuat seperti anggur.

Pada fermentasi 10 hari, dengan kadar gula awal 8%, akan diperoleh fruktosa 25g/L, asam glukonat 3,1 g/L, dan asam asetat 2 g/L. Jika fermentasi diperpanjang menjadi 13 hari, maka fruktosa akan menjadi 15,03 g/L, asam glukonat 6,64 g/L dan asam asetat 8,61 g/L.


[sunting] Kultur Kombucha

Kultur kombucha mengandung berbagai macam bakteri dan khamir diantaranya Acetobacter xylinum, A. aceti, A. pasteurianus, Gluconobacter, Brettanamyces bruxellensis, B. intermedius, Candida fomata, Mycoderma, Mycotorula, Pichia, Saccharomyces cerevisiae, Schizosaccharomyces, Torula, Torulaspora delbrueckii, torulopsis, Zygosaccharomyces bailii dan Z. rouxii.

Kultur kombucha berbentuk seperti pancake yang berwarna putih (pucat) dan bertekstur kenyal seperti karet dan menyerupai gel. Kultur yang disebut pelikel ini terbuat dari selulosa hasil metabolisme bakteri asam asetat. Kultur kombucha dapat terletak mengapung di permukaan cairan atau kadang dijumpai tenggelam di dalam cairan teh kombucha. Kultur kombucha mencerna gula menjadi asam-asam organik, vitamin B dan C, serta asam amino dan enzim. Kultur ini juga berperan sebagai mikroorganisme probiotik yang baik bagi kesehatan.

Koloni kombucha mewakili hubungan simbiosis antara bakteri dan khamir. Acetobacter xylinum dalam aktivitasnya menunjukkan perannya sebagai bakteri utama dalam koloni kultur. Beberapa kombinasi bakteri-khamir dalam kombucha antara lain Acetabacter sp. dan Pichia, Zygosaccharomyces, jumlah khamir yang terdapat di dalam koloni sangat bervariasi, namun yang paling sering ditemukan berasal dari genera Brettanomyces, Zygosaccharomyces dan Saccharomyces. Rendahnya laju kontaminasi oleh mikroorganisme berbahaya (patogen dan pembusuk) menandakan bahwa kombucha juga dapat diproduksi sendiri tanpa adanya resiko pathogen bagi kesehatan. Keasaman produk kombucha relatif tinggi, yaitu dengan total asam sekitar 33 g/L, dan dalam jumlah ini kontaminan lain akan sulit tumbuh. Namun apabila fermentasi berlangsung terlalu lama, maka keasaman akan meningkat sangat jauh sehingga dapat membahayakan orang yang mengkonsumsinya.

pH yang rendah dan kondisi lingkungan yang anaerob menyebabkan viabilitas khamir dan bakteri menjadi menurun selama fermentasi berlangsung, namun masih ada beberapa genera baik khamir maupun bakteri yang dapat tahan dalam kondisi tersebut.

Langkah-langkah prosedur dilakukan sama seperti proses pembuatan kombucha tea, tetapi toplesnya bisa digunakan yang lebih kecil. Lapisan selulosa yang baru terbentuk dan seduhan teh yang sudah difermentasi dijadikan starter untuk pembuatan minuman kombucha tea. Agar diperoleh kepuasan maksimal dari minuman ini, biarkan minuman ini sekitar beberapa hari (sekurang-kurangnya 5 hari) setelah ditaruh dalam botol. Kegiatan bakteri terhenti karena minuman yang di dalam botol tanpa udara, sementara raginya terus bekerja. Jika botol benar-benar tertutup dengan baik, gas yang dihasilkan oleh kegiatan ragi, tidak bisa keluar, sehingga minuman yang berbuih halus biasa dihasilkan.

[sunting] Komponen-komponen yang terbentuk selama proses fermentasi kombucha

1. Asam laktat

Asam laktat yang ada di dalam kombucha sebagian besar terdapat dalam bentuk L(+)-laktat. Asam laktat penting bagi sistem pencernaan manusia. Asam laktat juga digunakan sebagai indikator penyakit kanker.

2. Asam asetat

Asam asetat dapat menghambat bakteri berbahaya sehingga sering digunakan menjadi pengawet. Asam asetat merupakan komponen yang memberi aroma dan rasa khas pada kombucha.

3. Asam malat

Asam malat penting dalam proses detoksifikasi tubuh.

4. Asam oksalat

Asam oksalat dapat berfungsi sebagai pengawet alami dan juga mendukung sel dalam memproduksi energi bagi tubuh.

4. Asam glukonat

Asam glukonat efektif dalam infeksi yeast seperti Candida.

5. Asam butirat

Asam butirat diproduksi oleh khamir dan bekerja sama melawan infeksi khamir dengan asam glukonat.

6. Asam nukleat

Meningkatkan regenerasi sel yang baik dan sehat.

7. Asam amino

Merupakan sekelompok asam yang berperan dalam pembentukan protein. Asam amino penting dalam pembelahan sel dan memperbaiki jaringan yang rusak. Asam amino juga dapat membentuk antibodi yang dapat melawan bakteri dan virus.

8. Enzim

Enzim adalah bagian dari protein yang bertindak sebagai biokatalis, mempercepat laju reaksi biokimia dalam tubuh. Oleh karena itu, enzim akan meningkatkan fungsi-fungsi kesehatan kombucha dengan tubuh.

9. Kombucha juga mengandung beberapa vitamin B dan C, serta bakteri dan khamir yang penting.


Sumber Data: http://id.wikipedia.org/wiki/Kombucha

Prosedure untuk membuat Kombucha

Bahan:
  • Kombucha culture (the ferment)
  • 70 - 100 g (2.5- 3 ounce ) gula putih untuk satu liter air
  • 2 sendok teh hijau/hitam untuk satu liter air

Alat:

  • Tempat memasak air
  • Toples
  • Kain penutup toples

Prosedure untuk membuat Kombucha:
Miraculix

Adalah baik sekali bila anda membuat KOMBUCHA TEA untuk ukuran dua liter. Sehingga bila anda punya Koloni Kombucha cukup besar, maka anda akan mudah membuat KT untuk beberapa toples.

Asterix1. - Buat teh dengan cara biasa. Untuk per liter air, tambahkan 2 sdt teh hijau/hitam kedalam air yang baru mendidih. Anda juga bisa gunakan teh-celup. Biarkan teh mengembang selama 15 minutes. Teh hijau dan hitam n=berasal dari teh yang sama, hanya cara prosesnya yang beda; hanya tidak difermentasikan. Dokter Jepang menemukan bahwa teh hijau bisa menghindari tumbuhnya. Saya sarankan memakai teh hijau untuk membuta minuman KT. Jika anda tidak ingin menggunakan teh hijau atau hitam, anda juga bisa menggunakan Herbal Tea.

2. - Saring teh atau pisahkan teh celupnya dari air.

3. - Tambahkan 70 - 100 gram (lebih kurang 2- 3 ounces) gula putih untuk satu liter air teh. Aduk. Satu sendok makan gula setara 20 gram (0.7 ounce).

4. - Biarkan cairan teh yang sudah mengandung gula tersebut dingin menyamai temperatur ruangan tidak lebih tinggi dari 20 - 25 derajat Celcius = 68° - 77° F (suam-suam kuku). Koloni Kombucha akan mati bila berada dalam cairan yang panas.

Put into the container5. - Bila teh sudah sama dengan temperatur ruangan, masukkan kedalam toples, atau tempat/wadah dari Stainless Steel. Yang dari Gelas adalah yang terbaik. Metal/besi selain Stainless Steel akan tidak memuaskan hasilnya karena asam (acids) yang terbentuk akan bereaksi pada metal. Anda boleh juga memakai bahan sintetis tingkat tinggi (masuk kelompok polylefine, seperti polyethylene (PE) atau polypropylene. Anggur dan Cider disimpan dalam tempat yang terbuat dari tempat yg terbuat dari bahan tingkat tinggi. Namun, anda harus menghindarkan memakai tempat/wadah yang terbuat dari polyvinylchloride (PVC) atau polystyrene.

6. - Bila anda mempersiapkan minuman KT untuk pertama kalinya, tambahkan cairannya dengan KT Colony. Untuk pemakaian selanjutnya, selalu tambahkan 10% dari KT yang akan dibuat sebagai “cairan pemula”.

7. - Taroh KT Colony kedalam toples berisi KT Colony.

7th day8. - Tutup tempat fermentasi dengan dengan kain yang rapat, agar semut, lalat dan nyamuk, debu atau pollutan lainnya tidak bisa masuk. Yang penting udara bisa mengalir dengan bebas. Ikat mulut toples dengan karet.

9. - Fermentasi berlangsung sekitar 8 - 12 hari, tergantung suhu. Lebih hangat temperatur ruangan, lebih cepat proses fermentasinya. Periode 8 - 12 hari diberikan hanya sebgai pedoman. Kombucha Colony memerlukan tempat yang tenang dan hangat dan tidak boleh digoyang dan dipindah-pindah. Temperatur teh tidak boleh berada dibawah 68 derajad F (= 20 derajad C) dan tidak boleh lebih dari 86 derajad F (=30 derajad C). Temperatur idealnya adalah 74- 80 derajad F (=23 - 27 derajad C). Sinar tidak diperlukan. KT Colony bisa bekerja dalam kegelapan. KT colony akan rusak bila terkena sinar matahari. Selama proses fermentasi, gula akan terurai oleh ragi (yeast) dan berubah menjadi gas (CO2) dan berbagai organic acids dan compound yang lain. Ini adalah kombinasi dari sejumlah proses yang memberikan rasa khas minuman Kombucha. Pada awal fermentasi masih manis, namun kemudian hilang karena gula terurai. Pada waktu bersamaan, rasa asam muncul untuk tumbuh sebagai sebuah hasil dari kegiatan bakteri, sehingga ada proses transisi dari rasa manis ke rasa asam/kelat. Jika ingin rasa yang agak sedikit manis, fermentasi dapat dihentikan lebih awal. Untuk rasa yang lenbih asam, ferementasi harus lebih lama.

Day 810. - Bila teh telah mencapai tingkat keasaman yang benar (pH 2,7 - 3,2), yang tergantung pada cita-rasa individu, ambil KT colony dengan tangan yang bersih. Bersihkan KT colony dibawah air ledeng atau air suam-suam kuku. Isi air teh yang sudah disiapkan kedalam tempat/wadah/toples dan segera masukkan KT colony. Jaga temperatur air tehnya. Tuangkan air teh Kombucha yang sudah jadi, kedalam botol, yang harus diisi. Sisakan seperpuluh (10%) bagian untuk keperluan pembuatan Kombucaha Tea berikutnya. Tutup botol dengan rapat. Saya fikir tidak perlu menyaring minuman yang sudah terfermentasi. Adalah normal bila ada sisa-sisa zat didasar toples fermentasi. Ini disebabkan pertumbuhan ragi, yang menghasilkan minuman KT. Ragi tersebut memiliki efek positif yang diinginkan bagi organisme tubuh.

11. - Untuk memperoleh kepuasan maksimal dari minuman ini, biarkan minuman ini sekitar beberapa hari (sekurang-kurangnya 5 hari) setelah ditaroh dalam botol. Kegiatan bakteri terhenti karena minuman yang didalam botol tanpa udara, sementara raginya terus bekerja. Jika botol benar-benar tertutup dengan baik, gas yang dihasilkan oleh kegiatan ragi, tidak bisa keluar. Sehingga minuman yang berbuih halus dihasilkan. Dan cukup diperlukan beberapa hari dan the Kombucha beverage, namun minuman akan bertahan selama beberapa bulan. Jangan bimbang: pada waktu ragi akan menghentikan produksi gas . Dianjurkan untuk menyimpan minuman ditempat yang dingin.

Enjoy! Cheerio!12. - Minuman ini memilki rasa yang enak. Menyegarkan, sedikit kecut. Minumlah tiga gelas sehari; satu gelas (4 to 6 ounces atau lebih) pada waktu perut kosong dipagi hari, gelas kedua setelah makan siang dan gelas ketiga pada saat menjelang tidur.

13. - Setiap kali proses fermentasi, jangan lupa untuk menambahkan 10 % minuman KT ke cairan teh.

Hal-Hal Penting Yang Perlu Diketahui
Culture in the glass Kadang-kadang Kombucha Culture terapung, dan kadang-kadang ia tenggelam. Keduanya OK. Bila Kombucha Culture tenggelam namun kombucha culture yang baru akan mulai tumbuh dipermukaan.

Untuk keterangan lengkapnya, silahkan lihat halaman 33 dari buku saya. Kombucha culture perlu waktu untuk menghasilkan dirinya kembali. Ia mulai dengan lapisan sangat tipis. Lebih lama anda biarkan dengan tenang, ianya akan semakin berkembang jadi lebih tebal. Karena mengemabngak sebuah Kombucha culture yang baru memerlukan waktu , anda harus memisahkan nya dari minuman Kombucha tea yang akan diminum.

Kombucha propagates itself Biarkan Kombucha culture yang baru tumbuh dipermukaan cairan 3 s/d 5 minggu.

Three Kombucha cultures Kombucha culture tumbuh dan menutupi semua permukaan cairan teh. Pada saat tumbuh dipermukaan teh, Kombucha culture menebal secara bertahap dan perlahan. Kombucha culture akan berupa gabungan lapisan yang mudah dipisah. Setiap lapisan dapat dipakai secara terpisah untuk membuat Kombucha tea yang baru. Jika Kombucha culture tenggelam dalam toples, sebuah kombucha culture yang baru akan terbentuk dipermukaan teh. Dengan cara seperti ini, Kombucha culture akan memperbanyak dirinya sampai warnanya berubah menjadi warna cokelat. Bila sudah jadi cokelat warnanya dan kotor, buang saja dan ganti dengan yang baru. Sehingga Kombucha culture yang unik ini bisa memberi anda dan keluarga anda dengan persedian Kombucha Tea secara terus-menerus dengan biaya sangat murah.

Source:
Kombucha - Healthy Beverage and Natural Remedy from the Far East
By Günther W. Frank
ISBN 3-85068-337-0
Published by W. Ennsthaler, A-4402 Steyr, 1995

Sumber Data: http://www.kombu.de/anl-ind.htm

Kombucha, Minuman Kesehatan Dinasti Qin

Kombucha, Minuman Kesehatan Dinasti Qin
LifeStyle Fri, 22 Feb 2008 09:54:00 WIB

Teh kombucha dikenal sebagai minuman kesehatan (biofarmasi). Merupakan hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter/kultur mikroba yaitu bakteri dan khamir secara simbiosis, misalnya Acetobacter xylinum dan Saccharomyces cerevisiae.

Kombucha berasal dari bahasa Jepang terdiri dari dua suku kata yaitu “kombu” dan “cha”. “Kombu” adalah nama tumbuhan “brown seaweed” (Lami-naria japonica) selain digunakan untuk pembuatan teh juga sebagai “food stuff’ (bahan pangan). Sedangkan “cha” artinya teh. Namun telah terjadi “salah kaprah” dengan menyebut minuman teh hasil fermentasi tersebut sebagai teh kombucha.

Konon, dikenal sebagai minuman kesehatan sejak zaman Kaisar Jepang Inkyo pada tahun 415 sebelum masehi (SM) maupun Dinasti Qin di China sekitar tahun 250 SM.

Selanjutnya di introduksikan ke Rusia dan Ukraina pada akhir tahun 1800, dan mulai populer sebagai minuman kesehatan pada awal tahun 1900. Semula hanya dikenal di 4 negara dan masing-masing menyebutnya sebagai “tschambucco” (China), “olinka” (Rusia), “combuchu/kombucha” (Jepang), dan “tea-kwass” (Jerman).

Penelitian kerjasama antara penulis dengan Dr. Novik Nurhidayat (LIPI) mengenai kombucha, menggunakan nama ilmiah suspensi teh kombucha (2003) kemudian berubah menjadi konsorsium Acetobacter-Saccha-romyces (2004), dan sejak tahun 2005 menyebutnya sebagai suspensi fermentasi Acetobacter-Saccharomyces (SFAS).

Asam Organik

Teh fermentasi kombucha mengandung beberapa mikroorganisme menguntungkan yaitu Acetobacter xylinum, Bacterium glucocum, Acetobacter kategonum, Picha fermentans dan Sacha-romyces cerevisiae. Hasil fermentasinya berupa suspensi yang menghasilkan asam-asam organik (asam asetat, glukonat, glukoronat, glukarat, laktat, oksalat, sitrat, malat, usnat), asam-asam amino, antioksidan, enzim, bahan antibiotik, selenium dan polifenol.
Selain itu juga mengandung vitamin C, B 12, B3 dan B 1. Berdasarkan kandungan nutrisi tersebut, maka berperan dalam memfasilitasi keseimbangan pH darah, harmonisasi metabolisme, dan melancarkan sistem pencernaan sehingga dapat mencegah terjadinya sembelit.

Disamping itu juga bermanfaat sebagai terapi penyembuhan penderita stres mental, arteriosclerosis, arthritis/nyeri tulang, kanker tahap awal, memperkuat daya kekebalan tubuh terhadap infeksi, meningkatkan regenerasi sel, serta mampu mengikat racun (proses detoksifikasi) dan mengeluarkannya melalui urine.

Minuman itu juga memiliki aktivitas antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan Shigella sonmei, E. coli dan Salmonella pullor-um, karena adanya bahan bioaktif misalnya asam glukoronat, dan polifenol.
Dengan demikian, kombucha dapat pula diberikan sebagai ‘’feed additive’’ atau antibiotik alami dalam minuman unggas untuk mencegah penyakit pullorum sehingga dapat dihasilkan produk peternakan unggas (ayam) yang sehat dan aman.

Hasil penelitian penulis bersama Dr. Novik Nurhidayat, menunjukkan bahwa pemberian SFAS (istilah lain yang kami gunakan untuk teh kombucha) dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, karena adanya asam-asam organik dapat meningkatkan serapan nutrien. Dengan demikian teh kombucha bermanfaat untuk menjaga kesehatan secara umum, baik untuk manusia, ternak maupun tanaman.

Rumah Tangga

Kombucha banyak diproduksi dalam skala rumah tangga untuk kebutuhan sendiri maupun dijual sebagai minuman kesehatan tradisional. Cara pembuatannya mudah, namun harus dikerjakan secara hygienis dengan peralatan yang bersih dan aman untuk kesehatan. Sebaiknya menggunakan toples gelas atau stainless steel. Hindarkan penggunaan peralatan berbahan logam (kecuali stainless steel) sebagai kontainer maupun alat pengaduk, karena asam yang terbentuk dalam proses fermentasi akan bereaksi dengan logam tersebut.

Demikian juga hindarkan penggunaan kontainer yang terbuat dari polyvinylchlorida (PVC) atau polystyrene. Resep untuk pembuatan minuman kombucha sebagai berikut :
1) Ekstraksi teh; 5 gram daun teh hijau/ teh hitam/’’herbal tea’’ (sekitar 2 sendok teh) dimasukkan ke dalam toples gelas (kontainer) berisi satu liter air mendidih, biarkan selama 15 menit kemudian disaring untuk memisahkan ampas daun teh.

Segera tambahkan 70 - 100 gram gula pasir (sekitar 3 - 5 sendok makan), kemudian diaduk hingga larut sempurna dan biarkan dingin pada temperatur 20 - 25∞C (karena kultur mikroba akan mati bila di inokulasikan pada larutan yang panas).

Untuk menghindarkan larutan teh tersebut dari gangguan semut, lalat, nyamuk dan debu, tutuplah permukaan toples dengan menggunakan kain yang porous dan diikat erat.

2) Inokulasi; masukkan kultur mikroba kombucha sebagai starter ke dalam larutan teh yang sudah dingin tersebut, kemudian ditutup lagi dengan kain yang porous dan diikat erat. Kain penutup harus porous untuk memudahkan sirkulasi udara, sehingga kultur mikroba masih dapat bernafas. Tetapi tidak terlalu porous karena dapat menyebabkan semut, lalat dan polutan lainnya masuk ke dalam larutan tersebut.

Selanjutnya disimpan selama 8 - 12 hari pada suhu kamar dalam kondisi tenang tidak ada goncangan/ getaran/ tidak di pindah-pindah, serta hindarkan dari sinar matahari secara langsung.

3) Fermentasi; proses fermentasi berlangsung selama 8 - 12 hari. Namun apabila suhu ruangan lebih hangat, maka proses fermentasi lebih cepat. Temperatur ideal teh kombucha 23 - 27∞C dan apabila tingkat keasaman (pH) teh kombucha mencapai 2,7 - 3,2 maka fermentasi dapat dihentikan.

4) Pemisahan dan penyaring-an; lapisan selulosa berupa pi-ringan bulat berlapis-lapis seperti pancake putih kenyal (yang terbentuk selama proses fermentasi) dipisahkan dari seduhan teh fermentasi tersebut kemudian bersihkan dengan air mengalir dan simpan dalam toples lainnya (dapat digunakan sebagai starter untuk pembuatan berikutnya).

Seduhan teh hasil fermentasi tersebut disaring supaya bersih dari residu fermentasi, sisihkan 10 % sebagai starter untuk pembuatan berikutnya. Teh kombucha siap dikonsumsi, atau dapat pula disimpan dalam botol tertutup rapat dan simpan dalam temperatur dingin. Aturan minum 3 gelas per hari (1 gelas = 0,1 liter) yaitu sebelum makan pagi, kemudian sesudah makan siang dan sesaat sebelum tidur malam. Bentangan rasa teh kombucha ini berkisar dari rasa apel juice yang manis atau pear juice sampai dengan rasa cuka apel.

Aroma dan rasa asam bervariasi dikendalikan oleh lamanya waktu fermentasi, serta komposisi / banyaknya gula dan teh yang dibuat. Semakin lama waktu fermentasi (lebih dari 12 hari) akan dihasilkan semakin asam, dan ini kurang baik bagi kesehatan. (13) (disitasi dari beberapa pustaka)

-Dr. Ir.Dwi Retno Lukiwati, MS, Fakultas Peternakan Undip

Sumber: SuaraMerdeka

Teh Hitam untuk Jantung, Teh Hijau Sehatkan Otak

Teh Hitam untuk Jantung, Teh Hijau Sehatkan Otak

Nurfi Afriansyah Peneliti pada Puslitbang Gizi dan Makanan Depkes, anggota Persagi (Persatuan Ahli Gizi)

Menurut legenda kuno China, teh ditemukan secara kebetulan oleh Kaisar China Shen- Nung --bukan Shennong, sebagaimana ditulis Kompas (21/3)-- pada tahun 2737 SM.

Konon, pada suatu perjalanan tugas luar, ketika anggota rombongannya sedang memasak air untuk minum, daun-daun dari semak-semak teh liar secara tak sengaja jatuh ke dalam air itu. Shen-Nung mendapati bahwa minuman tersebut nikmat rasanya. Kemudian, ia menganjurkan teh untuk obat gangguan ginjal, demam, infeksi dada, dan tumor, khususnya yang terjadi di seputar kepala.

Anjuran Shen-Nung itu mungkin berlebihan, tetapi penelitian membuktikan, minuman yang paling digemari di dunia sesudah air minum ini dapat mencegah penyakit-penyakit kronis, antara lain batu ginjal, penyakit jantung, dan pikun.

Segera setelah dipetik, daun-daun teh diangkut ke tempat pengolahan untuk diproses dengan cara yang berbeda-beda. Perbedaan dari proses pengolahan yang dilaluinya menghasilkan perbedaan nyata dalam warna dan cita rasa dari teh yang siap diseduh. Namun, ada tiga produk dasar teh yang biasa dikonsumsi di dunia; teh hitam, teh oolong, dan teh hijau.

Teh hitam adalah teh berwarna hitam kecoklat-coklatan, bercita rasa "kaya", yang dihasilkan lewat proses fermentasi. Adapun teh hijau ialah teh berwarna hijau yang dihasilkan melalui proses pengukusan cepat untuk menghambat terjadinya perubahan warna daun dan terjadinya fermentasi.

Adapun teh oolong adalah teh yang agak menyerupai teh hitam dan teh hijau, yakni teh yang setengah difermentasi atau fermentasi dihentikan sebelum proses berlangsung sempurna. Teh tersebut berwarna coklat kehijau-hijauan dengan cita rasa lebih "kaya" dari teh hijau tetapi lebih "lembut" dari teh hitam.

Teh memasok beberapa zat gizi mikro (terutama fluor dan vitamin K) dan fitokimia, khususnya polifenol flavonoid, senyawa antioksidan yang banyak dijumpai dalam tanaman obat. Teh mengandung beberapa polifenol flavonoid, yaitu flavanol dan flavonol. Jenis teh, macam dan kandungan polifenol flavonoidnya, dapat dilihat dalam tabel.

Teh juga mengandung asam-asam amino, terutama theanine. Riset memperlihatkan bahwa theanine dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dengan merangsang sel-sel T. Efek ini replicated dengan konsumsi teh yang lazim pada manusia (5-6 cangkir atau 1185-1422 ml per hari).

Walaupun terdapat bukti kuat bahwa teh melindungi dari kanker yang diinduksi secara kimia pada hewan percobaan, tetap belum jelas apakah minum teh menurunkan risiko kanker pada manusia.

Namun, sejumlah studi lain menunjukkan, konsumsi teh dapat meningkatkan kepadatan tulang, mengurangi risiko batu ginjal, mengurangi risiko kerusakan dan lubang-lubang pada gigi. Ekstrak teh hitam meningkatkan konsentrasi fluor di permukaan gigi dan menurunkan cariogenicity dari pola makan yang berkadar gula tinggi.

Kurangi penyakit jantung

Banyak penelitian epidemiologis yang sudah menguji hubungan antara minum teh dan risiko penyakit kardiovaskuler (penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah). Meta-analisis yang menggabungkan data dari 10 riset kohor prospektif dan tujuh studi kasus kontrol menyimpulkan, peningkatan dalam konsumsi teh tiga cangkir besar (710 ml) setiap hari berkaitan dengan penurunan 11 persen dalam risiko infark -- kematian jaringan karena gangguan perdarahan-- otot jantung.

Penelitian enam tahun yang dilakukan pada laki-laki dan perempuan Belanda mendapati bahwa orang-orang yang minum tiga cangkir teh sehari memiliki risiko infark otot jantung secara signifikan lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi.

Riset tujuh tahun yang dilakukan terhadap perempuan Amerika Serikat menemukan, risiko kejadian-kejadian penyakit pembuluh darah secara signifikan lebih rendah pada sejumlah kecil perempuan peminum teh hitam empat cangkir teh tiap hari. Secara keseluruhan, data mutakhir membuktikan bahwa konsumsi teh hitam tiga cangkir atau lebih per hari dapat mengurangi risiko infark otot jantung secara moderat.

Turunkan kepikunan

Studi terbaru dilaporkan Kuriyama dan sembilan koleganya dalam American Journal of Clinical Nutrition Februari 2006, memperlihatkan bahwa teh hijau dapat membantu mengurangi risiko demensia (kemunduran fungsi berpikir).

Penelitian itu dilakukan terhadap 1.003 orang Jepang berumur 70 tahun ke atas. Para peneliti menemukan, orang-orang yang minum teh hijau dua cangkir (200 ml) atau lebih setiap hari mengalami lebih sedikit kemunduran fungsi berpikir dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi teh hijau lebih sedikit.

Polifenol teh hijau, khususnya EGCG, mungkin menjelaskan hal tersebut. Riset sebelumnya mendapati teh dan polifenol teh (terutama polifenol teh hijau) dapat beraktivitas melindungi saraf, yang dapat membantu memperbaiki penyakit-penyakit kemunduran saraf, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson. Selain berkhasiat antioksidan, EGCG mempunyai efek melindungi dan menyelamatkan saraf antara lain dengan meningkatkan aktivitas pertumbuhan neurite.

Sifat melindungi dari teh hijau di atas mungkin menjelaskan mengapa tak banyak orang-orang tua di Jepang yang menjadi pikun dibandingkan dengan orang-orang di Eropa dan Amerika Utara.

Cara Menyeduh Teh

Agar manfaat kesehatan teh dapat diperoleh secara optimal, di samping jumlah yang diminum, cara menyeduh teh perlu pula diperhatikan.

Kandungan flavonol, khususnya kuersetin, teh hitam yang diseduh dari bahan teh celup (dibuat dari daun-daun teh yang lebih kecil atau telah hancur) umumnya lebih tinggi daripada teh hitam yang diseduh dari teh serpihan (dibuat dari dedaunan teh yang lebar-lepas).

Studi Hertog dan kawan-kawan menunjukkan, teh hitam yang diseduh dari teh celup 4-5 gram mengandung kuersetin 17-25 mg/l, sedangkan teh hitam yang diseduh dari teh serpihan mengandung kuersetin lebih rendah (10-13 mg/l).

Kadar flavonoid dalam teh oolong biasanya lebih rendah (5-13 mg/l) daripada kandungan flavonoid teh hitam. Adapun jumlah flavonoid yang dijumpai pada seduhan teh hijau sebanding dengan kadar rata-rata flavonoid yang ditemukan dalam teh hitam.

Flavonoid yang dihasilkan teh hitam agak lebih tinggi bila waktu penyeduhan diperpanjang hingga 10 menit, tetapi tidak meningkat lagi sesudah 10 menit.

Waktu penyeduhan teh selama 20 menit, sebagaimana lazim dilakukan di beberapa negara seperti Inggris, tak mengakibatkan peningkatan penting dalam kandungan flavonoid yang dihasilkan. Teh yang diseduh dengan menuang 500 ml air mendidih pada 5 gram daun teh—dengan lama penyeduhan lima menit—mengandung flavonoid-gabungan 30-40 mg/l.

Kendati sarat manfaat kesehatan, konsumsi teh kental dan lebih banyak dari jumlah itu dapat sedikit menimbulkan masalah, terutama untuk orang yang konsumsi zat besinya rendah. Ini karena, tanin yang terkandung dalam teh dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Zat besi berikatan dengan tanin membentuk ikatan kompleks yang tidak larut pada sistem pencernaan makanan. Akibatnya, zat besi tak dapat diserap oleh tubuh dan akan dikeluarkan via feses (tinja). Ini dapat menyebabkan timbulnya anemia karena kurang zat besi.

Bagi orang yang tak ada masalah dengan anemia gizi besi, minum teh jelas lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan mudaratnya. Penelitian modern yang dipaparkan di atas memperkuat pepatah kuno drinking tea each day will starve the doctor (minum teh setiap hari akan mengurangi kunjungan kita ke dokter). ****

Sumber Data: http://64.203.71.11/kesehatan/news/0604/29/033247.htm


Kombucha, Teh untuk Hidup Abadi ...

Kombucha, Teh untuk Hidup Abadi ...

Jakarta, Jum'at

Penulis: dr. Henry Naland, Sp.B.Onk; dokter pada RS Mitra Internasional, Jakarta

Warga Baghdad punya 1001 kebanggaan pada kotanya yang dijuluki "Kota 1001 Malam". Segudang kebanggaan juga dinikmati oleh teh kombucha. Teh hasil fermentasi ini diketahui memiliki beragam khasiat.

Banyak orang lalu menyebutnya sebagai "Teh 1001 Manfaat". Ada juga yang menjulukinya, "Teh Panjang Usia".

Anda yang baru pertama kali mendengar namanya, mungkin bertanyatanya, apa beda teh kombucha dengan teh poci, teh tubruk, dan teh-teh lainnya?

Minuman kesehatan kombucha itu sebenarnya teh juga, tapi mendapat pengolahan tambahan berupa proses peragian atau fermentasi menggunakan jamur kombucha. Proses peragiannya mirip dengan proses penciptaan yoghurt, yang dihasilkan dari fermentasi susu dengan bibit ragi yoghurt.

Jamur kombucha sendiri bukan jamur beneran. Ia koloni dari hasil simbiosis antara ragi dan berbagai bakteri, yang dikenal dengan singkatan "scoby" (symbiotic colony of bacteries and yeasts). Jamur itu akan mengolah air teh gula, sehingga menghasilkan zat-zat atau senyawa yang berguna bagi kesehatan tubuh. Larutan kombucha juga mengandung beragam bakteri dan ragi hidup yang juga memiliki banyak manfaat.

Beda dengan kebanyakan obat dan ramuan herbal yang berbau tidak sedap dan rasanya bikin perut mual, kombucha justru bercita rasa istimewa. "Rasanya mirip jus apel bersoda, benar-benar menyegarkan," ucap Zulaiha, ibu rumahtangga yang secara berkala minum teh kombu untuk menjaga kebugaran tubuhnya. "Pokoknya, sekali mencoba, tak akan pernah lupa," goda Zulaiha.

Kaisar sembelit

  • Keberadaan kombucha dikenal hampir di seluruh dunia. Hanya panggilannya saja yang berbeda-beda.Ada yang menyebutnya manchurian tea mushroom, fungus japonicum, olinka, kargasok tea, tea kwas, heldenpize, zauberpilze, olga tea, atau mogu tea.

Sedangkan di Jawa orang biasa menyebutnya jamur dipo atau jamur super. Nama mana yang mau Anda pakai, silakan pilih sendiri.

Kata kombucha konon diambil dari sebuah peristiwa.

Suatu kali Kaisar Inkyo dari Jepang menderita sembelit berat. Betapa tersiksanya sang kaisar harus memerintah kerajaan dalam keadaan menderita bertahun-tahun. Makanya, dia senang alang kepalang, ketika pada tahun 414 M, ramuan ajaib seorang tabib Koreabernama Kombu, berhasil menyembuhkan penyakitnya. Bisa ditebak, kaisar lalu menamai ramuan ajaib tadi kombucha, tak jauh dari nama si tabib.

Boleh percaya boleh tidak, cerita tadi hanya salah satu versi. Beberapa sumber meyakini, teh kombu telah dikenal lebih dari 2.000 tahun lalu. Ramuan ini diperkirakan berasal dari daerah Siberia bagian selatan, tepatnya daerah bernama Kargasok yang berbatasan dengan Cina. Kabarnya, penduduk Kargasok berumur panjang (rata-rata lebih dari 100 tahun), tetap aktif, dan selalu tampak sehat.

Para peneliti juga mendapati, hampir tidak ditemukan penyakit kanker di antara penduduk Kargasok, yang rajin mengonsumsi kombucha sebagai minuman sehari-hari. Dari sini kombucha kemudian menyebar ke Cina, terutama Manchuria, sehingga dikenal dengan nama manchurian tea mushroom. Melalui perdagangan jalan sutera, ia dibawa ke Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa. Setelah itu, baru menyebar ke Amerika Serikat dan belahan lain di dunia.

Ada masa ketika kombucha begitu populer dan dikonsumsi banyak orang. Tapi ada juga saatnya ia lenyap bak ditelan bumi. Terutama sewaktu perang dunia, saat persediaan gula putih dan pasokan daun teh menyurut. Kini, minuman itu mulai digemari kembali. Bejibunnya informasi tentang kombucha yang tersebar di Internet membuat larutan penuh manfaat itu makin populer.

Beragam penyakit, mulai gangguan pencernaan, keluhan menstruasi, hingga diabetes mellitus masuk daftar yang bisa disembuhkan atau dicegah oleh teh kombu. Ramuan yang juga dijuluki remedy for all diseases (penyembuh segala penyakit), longevity tea (teh panjang usia), bahkan tea of immortality (teh untuk hidup abadi) itu memang menakjubkan!

Efek analgesik

  • Penjelasan mengapa kombucha punya begitu banyak manfaat adalah karena zat-zat dalam minuman ini dapat membuat tubuh mengeluarkan toksin sehingga organ tubuh berfungsi lebih baik.

Khasiatnya sangat terasa bila tubuh sedang diserang penyakit tertentu. Bila tidak sedang sakit, kombucha tetap bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan vitalitas, serta menguatkan dan menyeimbangkan kerja organ-organ tubuh.

Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan yang dapat diatasi kombucha. Nyeri itu dapat disebabkan banyak hal, seperti radang, proses degenerasi, atau asam urat berlebihan. Kombucha dapat mengurangi, bahkan menghilangkan, keluhan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa minggu, setelah ramuan dikonsumsi secara teratur. Penyembuhan terjadi akibat efek analgesik (antinyeri) zat yang mirip paracetamol, asam hyaluronidase, serta asam chondroitin yang ada dalam kombucha.

Kombucha juga mempunyai efek antiinflamasi (antiperadangan) serta memperlancar diuresis (pengeluaran air seni), sehingga ginjal dapat selalu membuang zat-zat berlebihan yang bersifat racun dari tubuh melalui air seni. Itu sebabnya, kadar asam urat dalam tubuh juga dapat turun. Minuman itu pun kaya akan berbagai vitamin, terutama dari golongan B kompleks yang berguna bagi fungsi saraf dan otot tubuh.

Buat wanita, kombucha sangat baik dicoba sebagai pelenyap nyeri haid. Setelah minum kombucha selama beberapa minggu, pada beberapa penderita nyeri haid luar biasa, bahkan pada wanita haid yang harus selalu disuntik obat antispasmodik, keluhan haidnya berkurang. Pasien lain dengan nyeri haid yang diperparah oleh endometriosis juga melaporkan hilangnya rasa sakit setelah dua minggu mengonsumsi ramuan itu.

Kombucha manjur juga dalam mengurangi keluhan pada wanita yang sedang mengalami masa menopause. Banyak di antara mereka melaporkan, keluhan terhadap beberapa penyakit saat menopause, seperti nyeri tulang akibat tulang keropos (osteoporosis) berkurang setelah mengonsumsi kombucha. Di samping itu ada peningkatan indeks kepadatan mineral tulang (bone mineral density) pada mereka yang mengonsumsinya secara teratur.

Di samping penyakit yang berhubungan dengan tulang dan persendian, kombucha pun ampuh mengatasi, tentu saja, sembelit. Anda tentu masih ingat cerita tabib Kombu, penyembuh keluhan onstipasi (sembelit) kaisar Jepang tadi. Dengan minum kombucha, penderita sembelit menjadi teratur buang air besar, tinja tidak keras, baunya pun tidak terlalu menyengat.

Bakteri yang hidup dalam kombucha rajin memperbaiki flora usus, sehingga tinja tidak tertahan lama, dan berpotensi mencegah terjadinya kanker usus besar. Masih berhubungan dengan "knalpot" tubuh, kombucha baik pula dikonsumsi untuk mencegah dan mengobati wasir. Keluhan pelebaran pembuluh darah vena yang dikenal sebagai varises pun dapat berkurang, bahkan sembuh total jika mengonsumsinya secara teratur.

Tanpa mimpi buruk

  • Tak cukup sampai di situ khasiatnya, fungsi hati juga bisa dioptimalkan. Ini berkat asam glukoronat yang dikandung di dalamnya.

Glukoronat adalah zat yang berperan penting dalam fungsi hati, khususnya dalam mengikat logam berat yang masuk melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Logam berat dan kolesterol yang ada dalam darah, baik yang dibentuk oleh hati maupun dari makanan, akan diikat oleh kombucha, sehingga menjadi bahan yang mudah larut dalam cairan empedu dan dikeluarkan melalui tinja bersama lemak.

Sejumlah penderita insomnia atau susah tidur juga melaporkan manfaat minuman teh ini. Mereka bertutur, berkat mengomsumsinya secara teratur, kenikmatan tidur mereka rasakan lagi, tanpa gangguan mimpi buruk. "Beda dengan obat tidur yang membuat kita tergantung, konsumsi kombucha dapat dihentikan kapan saja," kata salah satu dari mereka. Kombucha juga dapat membantu melepaskan diri dari depresi dan membuat lebih percaya diri.

Bicara soal imunitas tubuh, anak-anak yang diberi kombucha secara teratur, dipercaya memiliki daya tahan tubuh lebih tinggi, sehingga jarang terserang batuk, pilek, atau masuk angin. Jangan lupa, takaran minumnya mesti disesuaikan. Peningkatan daya tahan tubuh juga dirasakan oleh orang dewasa dan orang lanjut usia yang rajin meminumnya. Namun, minuman ini tidak dianjurkan bagi anak-anak di bawah usia dua tahun dan wanita yang sedang hamil muda.

Minuman yang penampilannya tak beda dari teh biasa ini juga dianjurkan untuk pasien asma. Laporan sejumlah penderita asma menunjukkan, setelah minum beberapa minggu, serangan asma mereka berkurang. Awalnya jarang kambuh, lama-kelamaan penyakitnya hilang sama sekali.

Kombucha bahkan boleh dikonsumsi penderita penyakit gula atau diabetes mellitus. Perlu diketahui, dalam larutan kombucha masih ada sekitar 1 - 2% gula yang sudah dimetabolisir, sehingga tidak lagi berupa glukosa murni. Karena itu, penderita diabetes dianjurkan berhati-hati ketika meminumnya. Jangan sekaligus dalam jumlah banyak, tapi secara bertahap.

Misalnya, seperempat gelas diminum dua kali sehari. Setelah beberapa hari, tingkatkan menjadi setengah gelas, diminum dua kali sehari. Lalu, setelah beberapa minggu, baru minum dalam dosis penuh, dua kali sehari satu gelas (400 - 600 cc). Kombucha dapat menghilangkan rasa lemas dan nyeri pada otot serta saraf, memperbaiki endotel (lapisan dalam pembuluh darah) sehingga fungsi pembuluh darah kecil dan sirkulasi darah diperbaiki.

Cara serupa dapat ditempuh pengidap keluhan lambung. Orang yang punya sakit maag, misalnya, harus meminumnya secara bertahap dan mengencerkannya dengan air putih. Misalnya, mula-mula seperempat gelas (50 ml) yang diencerkan menjadi satu gelas dan diminum setelah makan. Begitu seterusnya, makin lama makin meningkat, seperti takaran pada penderita kencing manis.

Terakhir, ini barangkali yang paling ditunggu laki-laki, kombucha ternyata ikut berperan memperbaiki vitalitas. Perbaikan fungsi seks kaum Adam ini memang bukan dampak langsung dari minuman teh itu. Logikanya, karena fungsi organ tubuh baik, terutama fungsi pembuluh darah, maka fungsi organ seksual ikut diperbaiki.

Sebenarnya, masih banyak rahasia yang belum diungkap di sini. Tapi seperti juga kisah-kisah menarik dari "Negeri 1001 Malam", khasiat "Teh 1001 Manfaat" ini juga menyisakan banyak misteri yang masih harus dipecahkan. Yang pasti, penulis sendiri dalam delapan tahun terakhir telah merasakan langsung manfaat mengonsumsi kombucha secara teratur. Khususnya dalam menyembuhkan nyeri sendi yang telah penulis derita bertahun-tahun

Jadi, manfaat kombucha memang fakta, bukan dongeng dari Baghdad, gitu loh! (intisari)

Sumber Data: http://64.203.71.11/kesehatan/news/0503/04/084428.htm